Abang Berkalung Steteskop
Oleh Rissa Dwi A.
Setelah lelahnya
mengerjakan soal UAS, selanjutnya pulang ke kosan. Sesampai dikosan kutepati
janjiku yang ingin mengantar temanku bernama TyaFertila untuk periksa Kedokter.
Walaupun panasnya terik Matahari di
siang itu, aku tetap semangat untuk mengantarkan dia agar dia mengetahui apa
penyakit yang di deritanya sampai 3 hari panasnya tidak meredah, dan agar lekas
sembuh. Tya pun sangat lelah dan terlihat raut wajahnya yang menahan rasa
sakitnya karena mual-mual dan rasa pusingnya.
Saat masuk ke klinik,
langsung disambut dengan ramah oleh staff klinik tersebut, dan diambilkan nomer
antrian untuk periksa ke poli umum. Serta ditanyai apa keluhannya, selanjutnya
diantar ke lantai 2 untuk langusng ke ruangan poli umum, dan saat jalan menuju
lantai 2, Tya berbisik kepadaku “Dit jangan baper ya”, aku pun tak mengerti apa
yang dia bicarakan kepadaku.
Aku dan Tya menunggu di
depan ruangan poli umum, Aku dan Tya duduk sambil memainkan Handphone dan menunggu panggilan untuk
giliran masuk ke ruang Poli, Tya mengatakan lagi “Dita, jangan baper ya”, lalu
aku menanyakan “baper kenapa, emang ada apa?”, namanya dokter itu “Aan”, Aku
jawab, “ la trus kenapa, ah biasa aja, loh tapi kan biasanya cewek, koq tumben
cowok”. Tak lama kemudian si dokter keluar dari ruangan dan memanggil namanya
Tya, akhirnya Aku dan Tya masuk keruangan.
Masya Allah, Dokternya
masih muda, terlihat sangat berwibawa, dan kalau dibilang si Gantengnya
lumayan, namun yang lebih penting shalih lah yah, hehehe. Selanjutnya Dokter pun
bertanya apa saja keluhan sakitnya Tya, dan Dokter pun memberikan sarannya, dan
mengatakan “aku gambarin bagian perut ya ada 9 bagian(sambil ambil kertas, dan
menggambarnya)”, eh malah ga jadi 9 bagian tapi 12 bagian, entahlah dokternya
mungkin sudah lelah, atau lagi banyak pikiran. Dan dokternya pun sangat
bersahabat dengan pasien, pasien ditanya ada yang ingin ditanyakan lagi. Lalu
aku pun mengatakan “Dok, nanti dikasih obat nafsu makan ya, dia susah makan”,
dokter langsung menelfon bagian apotek menanyakan vitamin apa aja yang ada.
Selama di ruangan dokter yang bercakap-cakap dengan Tya, aku fokus melihat nama
lengkap si dokter dan sangat teringat nama lengkap yang ada di dadanya, dan
berharap mengetahui akun sosmednya, dan ingin saja mengenalnya hanya untuk
bertanya soal kesehatan, dan dari dulu sangat berkeinginan mengenal pria dari
dunia kedokteran dan dunia penerbangan, ya mengenal dunianya lebih dekat aja
si, kan selama ini aku sudah cukup tau aja tentang pria yang berprofesi Polisi,
TNI, Pelaut, Guru, dan Pegawai Kantor. Banyak lah cerita dari profesi mereka.
Alhamdulilah Allah memberikan kesempatan untuk mengenal seseorang yang sudah
Allah berikan drajat padanya.
Setelah selesai di
periksa, Aku dan Tya turun dan memberikan resep di kotak resep obat, dan antri
untuk mendapatkan obat yang sudah dokter tulis pada kertas reserp obat,
selanjutnya Tya teringat ingin meminta surat dokter. Dan dia mengatakan pada
staff rumah sakit tersebut, dan ditelfonkan dokter tadi, lalu dokternya turun
dan membawa surat tersebut. Aku yang diam-diam memandanginya, dan selalu dalam
doaku yang ingin mengenal seorang Pria dari dunia Kesehatan, dan aku harap
Allah meridhai keinginanku saat itu yang aku ingin mengenal dokter muda itu.
Sesampai dikos, aku
langsung cari akun Ig nya, entahlah perasaan apa yang sedang aku rasakan,
keinginan kuatku ingin mengenal seorang Dokter Muda tersebut, dan aku tidak
menemukan akun Ig nya, selanjutnya Tya yang mencari, langsung dia menemukannya,
aku dan Tya langsung memfollow, langsung dokter tersebut ngefolback, dan
kulihat semua postingan fotonya, sempat terheran tidak ada 1 pun postingan
bersama wanitanya atau calon pasangan hidup, semakin penasaran dengan Dokter
tersebut. Masih dalam anganan saat kuperhatikan Nama lengkapnya di dada yaitu
“Aan Andreas Nizar”, hanya nama lengkapnya yang kuingat.
Selanjutnya dua hari
setelah aku bertemu dengan dokter tersebut, muncul rasa ingin chat Dokter,
dengan maksud ingin sewaktu-waktu jika ada keluhan tentang penyakit ingin
bertanya padanya, lama rasanya hati dan pikiranku kontra antara ingin, takut
dan malu, tapi mencoba berpikir positif, dan kutulis kalimat dan kubaca
berulang-ulang, ku ingin menekan tombol enter kirim antara iya dan gak, dengan
bismillah ku tekan tombol enter kirim tersebut.
Tak lama, ada tanda
read dari chatku tersebut, dokter pun langsung membalasnya. Fast respon banget,
tapi dalam pikirku gak nyangka dan masih kurang percaya bahwa dokter membalas
chatku tersebut, dan berlanjut chat hingga malam pukul 23.22 dan baru juga chat
sudah banyak sekali yang kudapatkan pertanyaan yang terus mengalir, dan
dijawab, tentang pendidikan dokter tersebut. Masya allah semakin kagum deh,
baru aja lulus tahun kemaren, namun sudah banyak job, si dokter juga ada
keinginan tahun depan untuk lanjut spesialis Syaraf.
Berkomunikasian dengannya
ada kebahagiaan tersendiri, kalau kata temen-temen aku beruntung dan cepet
banget sih, kan saat setelah periksa aku dan Tya dikos ngobrolin dokter
tersebut dan ngepoin dokter tersebut, eh si mbak kos juga tanya dan ikutan
kagum dengar ceritanya saat di ruang poli tersebut, dan malah bilang “udah, dit
sama Aan yang itu aja, dokter loh, wes itu aja”. Aku Cuma jawab “ Ya Allah
mbak, terlalu tinggi, aku Cuma ingin kenal dunianya aja koq mbak, gak mau yang
terlalu tinggi, ntar jatuh sakit mbak”. Memang si orang sebelum ku mengenal dokter,
namanya Aan kedekatanku berakhir saat akhir tahun 2016, ya tahun kemaren,
karena orangtua tidak merestui. Tidak sekali atau duakali si orangtua tidak
merestui soal kedekatanku dengan pria, dari yang profesi Polair, Pelaut, tapi
aku selalu mengikuti apa katanya, dan InShaa Allah kelak allah mempertemukan
dengan orang yang lebih baik dari sebelumnya, seperti doa ibu saat mengatakan
tidak merestui dengan orang-orang sebelumnya. Bagiku ketika ada yang benar-benar
ingin dekat denganku, harus menemui orangtuaku biar terlihat keseriusannya, dan
jika Ta’aruf ku dengannya direstui maka berlanjut, jika tidak yasudah selesai. Eits
berlanjut cerita soal Dokter Muda.
Ada pertanyaan yang
sangat ingin aku tanyakan pada Dokter yaitu status, namun aku menahan karena
aku sangat malu. Tak lama kemudian Masya Allah, dokter menayakan kepadaku
“single apa double?”, nah kubisa lempar pertanyaan balik, sehingga aku tahu apa
status dokter tersebut.wkwkwk. pucuk dicinta ulam pun tiba. Dokter menjawab
“lihat aja caption foto sumpah dokter yang sendiri”. Dokter pun menceritakan
bahwa “tidak ingin berpacaran, hanya ingin memperbaiki diri sehingga pantas
kelak Allah dampingkan dengan seorang wanita yang Allah pilihkan untuknya”. Saat
chat dengan dokter tersebut banyak sekali deh obrolan saling tanya, dan dokternya
humoris, jadi asyik gitu, dan setiap berakhirnya chat aku sangat berharap
dokter chat lebih dulu, ingat deh ceramahnya Ustad Yusuf Mansur “pengen apa,
sholawatin aja deh”. Ya sholawatnya bukan karena hal itu si, namun niatan
karena Allah yang maha segalanya, semoga menggerakkan hati hambanya tersebut. Kadang aku ketawa-ketawa ya masih gak nyangka
aja bisa kenal dokter itu, hingga bisa chat dengannya, aku gak mau baper si
bahasa anak kekinian, aku sangat mengendalikan perasaan, pasti dokter memilih
wanita seprofesi atau sederajat lah, karena juga kalau bisa mencari pasangan
yang sekufu, biar tidak merasa direndahkan.
Ya kadang rinduku di
chat duluan aja beneran terjadi, Alhamdulilah deh. Semoga deh bisa kenal lebih
dekat dengan Dokter Muda tersebut hanya ingin mengenalnya lebih dekat aja,
tidak lebih. Nih, ngomong-ngomong soal Sholawat, pengen apa sholawatin, minta
sama Allah apapun, itu ceramah Ustad Yusuf Mansur, dan akupun pernah buktiin
Sholawat tersebut, jadi hal apapun yang ingin aku dapatkan minta sama Allah,
dan sholawatin trus, semoga Allah meridhai.
Dokter muda, semua
wanita pasti kagum dengannya, bagaimana tidak memang yang saya tahu hanya
mengenal luarnya aja, terlihat sangat bersahabat, banyak prestasi yang ia
dapatkan, eh ternyata anak akselerasi, penuh kejutan sekali hidupnya. Pasti sangat
membanggakan orangtuanya. Di usia 24 sudah lulus menjadi dokter, dan juga
memiliki banyak job. Masya Allah, semoga Dokter bisa membantu orang-orang yang
membutuhkan. 1 kata untuk dokter “SEMANGAT” untuk berbagai hal ya dok, semangat
ibadahnya, semangat belajarnya, semangat kerjanya, semangat meningkatkan
kualitas dirinya. Semoga disegerakan bertemu Jodoh.
No comments:
Post a Comment